Saturday, October 18, 2014

MEMBUAT MASTER GAMBAR BORDIR KOMPUTER (WILCOM)

Mesin bordir komputer sekarang sudah banyak beredar di pasaran, mulai yang berkepala satu, tiga, enam, sepuluh sampai berkepala dua belas, dan bahkan bisa lebih banyak lagi, karena memang peralatan kerja selalu berkembang pesat sepanjang masa.
Terlepas dari masalah suka atau tidak suka, siap atau tidak siap, pada kenyataannya para pengusaha bordir manual harus bersaing ketat dengan pengusaha bordir komputer.
Sebaiknya jangan latah ikutan keburu menentukan PRO atau KONTRA dengan kenyataan yang dihadapi, sebelum mengetahui dan tahu persis apa sebenarnya mesin bordir komputer itu.

Mesin bordir komputer adalah mesin bordir yang kerjanya dikendali penuh oleh file gambar yang dapat terbaca oleh mesin tersebut, sehingga proses membordir tidak membutuhkan kelincahan tangan manusia sebagaimana pada bordir manual. File gambar yang dapat dibaca oleh mesin bordir komputer hanyalah file gambar yang memiliki alur urutan gerakan benang dalam proses membordir. File gambar itu harus dibuat menggunakan software khusus untuk mesin bordir komputer, dan yang paling umum dipakai adalah Software WILCOM.

Lebih tegasnya, file gambar yang dihasilkan oleh software pengolah gambar seperti Paint, Corel, Adobe Photo, Photoshop dan lain-lainya, kesemuanya tidak dapat dibaca oleh mesin bordir komputer, karena gambar yang dihasilkan tidak memiliki informasi tentang alur gerakan benang dalam proses membordir.
Gambar tersebut hanyalah berfungsi sebagai penuntun bagi orang yang sedang membuat master gambar bordir komputer menggunakan WILCOM, agar lebih mudah dalam membuat batasan-batasan area yang akan dibordir dengan benang.

Silakan perhatikan Langkah Satu sampai Tujuh dalam proses pembuatan gambar bordir komputer menggunakan Wilcom yang berikut ini.


Langkah Satu.
Aktifkan software Wilcom yang telah terinstall pada komputer.
Panggil file gambar penuntun yang akan digunakan, misalnya file LOGO KOPERASI.JPG.
Tentukan batasan area yang akan dibordir dengan klik toolbar COMPLEX FILL, lalu tentukan batasan area yang akan dibordir.
Bila kita menentukan area bordir dengan mengikuti gambar logo Koperasi tersebut, maka hasil bordiran nanti juga gambar logo koperasi dimaksud.
Bila kita menentukan area bordir tanpa mengikuti gambar logo Koperasi, misalnya membuat gambar lingkaran penjol menggunakan klik mouse, maka hasil bordiran nanti juga lingkaran penjol yang kita buat tadi. Jadi, mesin bordir komputer tidak pernah melihat file gambar.JPG yang kita aktifkan, hanya melihat batasan area bordir yang kita tentukan.




Langkah Dua.
Terus terang pilih gambar logo Koperasi karena banyak bagian-bagian yang sama sehingga area bordir tertentu yang sudah dibuat dapat di-duplikasi ke tempat lain yang gambarnya sama.
Langkah kedua adalah men-duplikasi area bordir yang telah dibuat pada langkah satu, dengan mengatur putaran dan kemiringannya disesuaikan gambar logo tersebut








Langkah Tiga.
Seperti pada langkah satu, yaitu menentukan batasan area bordir tetapi pada lokasi beda dengan bentuk yang beda pula. Setelah ditentukan batasan-batasan area bordirnya, karena kebetulan di lokasi lain juga ada bentuk-bentuk yang sama, maka tinggal di-duplikasi saja.








Langkah Empat.
Langkah keempat adalah menduplikasi area bordir yang telah dibuat pada langkah tiga, pada lokasi tertentu yang memiliki bentuk sama. Dalam menduplikasi dapat dilakukan pemutaran dan pemiringan gambar disesuaikan dengan logo yang sedang dibuat.
Ceritanya, pada langkah keempat telah berhasil menyelesaikan semua batasan area bordir yang membentuk gambar logo Koperasi yang sedang dibuat.


Langkah Lima.
Tes Uji Coba untuk menggambarkan bagaimana alur perjalanan benang dalam proses bordir yang dilakukan otomatis oleh mesin bordir komputer.
Silakan perhatikan alur perjalanan benang tersebut… dan ternyata…
Waoww… terjadi beberapa kali loncatan benang dalam proses membordir…
Hal ini disebabkan karena gambar tadi dibuat dari hasil beberapa kali duplikasi, dan kondisi ini dapat beresiko antara lain:
Ketika benang meloncat ada resiko putus benang, sehingga mesin harus dihentikan sejenak untuk menyambung benang yang putus tersebut. Kondisi ini membuang waktu dan menambah kerjaan yang semestinya tidak perlu ada.
Bila hasilnya selamat, pada hasil bordiran akan terdapat loncatan benang yang harus dirapihkan (dipotong manual). Kondisi ini juga semakin membuang waktu dan semakin menambah kerjaan yang semestinya tidak perlu ada.




Langkah Enam.
Mengatur alur perjalanan benang dalam proses bordir otomatis yang akan dilakukan oleh mesin bordir komputer, sehingga dapat ditekan sampai seminimal mungkin terjadinya langkah loncatan benang jarak jauh yang dapat beresiko seperti yang telah diuraikan pada langkah lima diatas.
Cara mengaturnya bagaimana?
Waduh… yang ini ceritanya panjang ya…
Lebih bijak diceritakan kapan-kapan saja bukan?







Langkah Tujuh.
Singkat cerita, langkah keenam sudah berhasil diselesaikan…
Kini tiba giliran untuk TES UJI COBA KEMBALI…
Silakan disimak, bagaimana alur perjalanan benang dalam proses bordir yang dilakukan otomatis oleh mesin bordir komputer?
Alkhamdulillah, sudah semakin baik ya… boleh dibilang SUDAH OK…






Lain-lain.
Kadang-kadang hasil bordiran terlalu tebal akibat jarak benang terlalu dekat sehingga benang bertumpuk. Kondisi ini tidak bagus karena ada pemborosan benang dan waktu pembuatan menjadi lebih lama, biaya listriknya ikut nambah juga.
Jadi, ada kalanya hasil yang kurang baik itu malah lebih boros…
Sebaliknya, kalau jarak benang terlalu jarang hasil bordiran kurang baik juga.
Sebagai finishing dalam proses pembuatan master gambar bordir sebaiknya mengatur ketebalan dan ketipisan hasil bordiran sambil diuji-coba menggunakan mesin bordir komputer beneran, jadi diatur bukan dari hasil khayalan belaka, tetapi dari hasil praktek yang nyata.
Bila semua sudah baik-baik dan ok-ok… tinggal disimpan sebagai file master gambar bordir yang siap dioperasikan menggunakan mesin bordir komputer.
Tinggal dikirim kepada pemesan dan alkhamdulillah memperoleh rejeki yang cukup lumayan… he-he-he… maunya sih gitu kali…
  

Waspadalah…
Pengusaha bordir manual perlu meningkatkan kewaspadaannya, karena bila menggunakan master gambar bordir yang berkualitas baik, mesin bordir komputer akan mampu membuat hasil bordiran yang lebih baik, lebih rapih, lebih halus dan lebih cepat dari hasil pekerjaan bordir manual…
Sama sekali tidak bermaksud menakut-nakuti, sekarang mesin bordir komputer bukan sekedar dapat membordir diatas lembaran kain, tetapi juga bisa membordir diatas baju kaos jadi, malah mampu membordir diatas topi yang sudah jadi.
Bagi yang belum percaya silakan simak gambar samping…
Adakah juru bordir manual yang dapat membordir diatas topi jadi?

Demikian, semoga tulisan ini dapat menjadi bahan renungan positif yang dapat diambil hikmah dan manfaatnya.  Amin.  Terimakasih.


9 comments:

  1. cukup bermanfaat bagi pemula yang ingin belajar

    Obat Batu Ginjal

    ReplyDelete
  2. makasih telah berbagi ilmunya sangat bermanfaat sekali
    thank's buat infonya,,

    ReplyDelete
  3. Software Wilcom embroidery paling banyak digunakan oleh para pekerja bordir komputer, mungkin lebih mudah dipelajari, bisnis Jasa Bordir Komputer cukup menjanjikan, namun modalnya gede :) karna harga 1 mesin bordir single head sekitar 90 jutaan.

    ReplyDelete
  4. Min tolong recomendasiin dong ..mesin bordir computer yg 15 jtaan

    ReplyDelete
  5. Terima kasih infonya,kebetulan saya juga mau belajar bordir komputer karena mesinnya telah ada.

    ReplyDelete
  6. saya teguh tole.. saya dulu bekerja sbg trainer di pt. fratekindo yg merupakan agen resmi wilcom di indonesia.. skrg saya freelance, mungkin jika butuh tenaga pengajar tambahan bisa menghubungi wa saya di 087883837990.. maturnuwun

    ReplyDelete